Model Pembelajaran
Kooperatif
Pembelajaran
yang bernaung dalam teori konstruktivis adalah kooperatif. Pembelajaran
kooperatif muncul dari konsep bahwa siswa akan lebih mudah menemukan dan
memahami konsep yang sulit jika mereka saling berdiskusi dengan temannya. Siswa
secara rutin bekerja dalam kelompok untuk saling membantu memecahkan
masalah-masalah yang kompleks. Jadi, hakikat sosial dan penggunaan kelompok
sejawat menjadi aspek utama dalam pembelajaran kooperatif (Trianto,2007)
Sistem pembelajaran gotong royong atau cooperative learning
merupakan sistem
pengajaran yang memberi
kesempatan kepada siswa untuk bekerja sama dengan sesama siswa dalam tugas-tugas yang
terstruktur. Pembelajaran kooperatif dikenal dengan pembelajaran secara
berkelompok. Tetapi belajar kooperatif lebih dari sekedar belajar kelompok atau
kerja kelompok karena dalam belajar kooperatif ada struktur dorongan atau tugas
yang bersifat interdepensi efektif diantara anggota kelompok (Sugandi,2002).
Tujuan Pembelajaran kooperatif merupakan sebuah kelompok strategi pengajaran yang melibatkan siswa bekerja secara berkolaborasi untuk mencapai tujuan bersama. Pembelajaran kooperatif disusun dalam sebuah usaha untuk meningkatkan partisipasi siswa, memfasilitasi siswa dengan pengalaman sikap kepemimpinan dan membuat keputusan dalam kelompok, serta memberikan kesempatan pada siswa untuk berinteraksi dan belajar bersama-sama siswa yang berperan ganda yaitu sebagai siswa ataupun sebagai guru. Dengan bekerja secara kolaboratif untuk mencapai sebuah tujuan bersama, maka siswa akan mengembangkan keterampilan berhubungan dengan sesama manusia yang akan sangat bermanfaat bagi kehidupan di luar sekolah (Trianto,2007). Sintaks model pembelajaran kooperatif dapat dilihat pada Tabel 2.1.
Tujuan Pembelajaran kooperatif merupakan sebuah kelompok strategi pengajaran yang melibatkan siswa bekerja secara berkolaborasi untuk mencapai tujuan bersama. Pembelajaran kooperatif disusun dalam sebuah usaha untuk meningkatkan partisipasi siswa, memfasilitasi siswa dengan pengalaman sikap kepemimpinan dan membuat keputusan dalam kelompok, serta memberikan kesempatan pada siswa untuk berinteraksi dan belajar bersama-sama siswa yang berperan ganda yaitu sebagai siswa ataupun sebagai guru. Dengan bekerja secara kolaboratif untuk mencapai sebuah tujuan bersama, maka siswa akan mengembangkan keterampilan berhubungan dengan sesama manusia yang akan sangat bermanfaat bagi kehidupan di luar sekolah (Trianto,2007). Sintaks model pembelajaran kooperatif dapat dilihat pada Tabel 2.1.
Di
dalam kelas kooperatif siswa belajar bersama-sama dalam kelompok-kelompok kecil
yang terdiriri 4-6 orang siswa yang sederajat tetapi heterogen,kemampuan,jeniskelamin,suku/ras dan satu sama lain
saling membantu. Tujuan dibentuknya kelompok tersebut adalah untuk memberikan kesempatan kepada semua siswa
untuk dapat terlibat secara aktif dalam proses berfikir dan kegiatan belajar.
Selama bekerja dalam kelompok, tugas anggota kelompok adalah mencapai
ketuntasan materi yang disajikan oleh guru, dan saling membantu teman
sekelompoknya untuk mencapai ketuntasan belajar (Trianto,2009)
Tabel 2.1 : Sintaks model pembelajaran kooperatif
Fase
|
Kegiatan Guru
|
Fase 1 : Menyampaikan tujuan pembelajaran
|
Menjelaskan tujuan pembelajaran dan mempersiapkan siswa
siap belajar.
|
Fase 2 : Menyajikan Informasi
|
Mempersentasikan informasi kepada siswa secara verbal.
|
Fase 3 : Mengorganisir siswa ke dalam tim-tim belajar
|
Memberikan penjelasan
kepada siswa tentang cara pembentukan tim belajar dan membantu kelompok
melakukan transisi yang efesien.
|
Fase 4 : Membantu kerja tim dan belajar
|
Membantu tim-tim belajar selama siswa mengerjakan
tugasnya.
|
Fase 5 : Mengevaluasi
|
Menguji pengetahuan siswa mengenai berbagai materi
pembelajaran atau kelompok-kelompok mempersentasikan hasilnya.
|
Fase 6 : Memberikan pengakuan atau penghargaan
|
Mempersiapkan cara untuk mengakui usaha dan prestasi
individu maupun kelompok.
|
(Suprijono,2009)
Keuntungan model pembelajaran kooperatif adalah:
1. Meningkatkan
kepekaan dan kesetiakawanan sosial
2. Memungkinkan
para siswa saling belajar mengenai sikap, keterampilan, informasi, perilaku sosial dan
pandangan-pandangan.
3. Memudahkan
siswa melakukan penyesuaian sosial.
4. Menghilangkan
sifat mementingkan diri sendiri.
5. Meningkatkan
kemampuan memandang masalah dan situasi dari berbagai perspektif.
6. Meningkatkan
kegemaran berteman tanpa memandang perbedaan kemampuan, jenis kelamin, normal atau cacat, etnis , kelas sosial, agama dan orientasi
tugas (Lie:2004)
Kelemahan model
pembelajaran kooperatif adalah :
1. Dalam
pembelajaran kooperatif apabila dalam kelompoknya tidak dapat bekerja sama dan
kompak maka akan terjadi perselisihan karena adanya berbagai perbedaan yang
dapat menyebabkan perselisihan.
2. Terkadang
ada anggota yang mendominasi kelompok dan ada yang hanya diam, sehingga
pembagian kelompok tidak merata.
3. Dalam
pembelajaran membutuhkan waktu yang lama sebab harus saling berdiskusi bersama
teman-teman yang lain untuk menyatukan pendapat dan pandangan yang dianggap
benar.
0 Response to "Model Pembelajaran Kooperatif"
Posting Komentar